Penulis - EO & AE
Lampung Selatan, 15 Oktober 2025 – Program Studi Magister Fisika, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) kembali menyelenggarakan kegiatan Studium Generale dengan tema “Fabrikasi 3D Biomaterial Scaffold Berbasis Material Biogenik untuk Regenerasi Tulang dan Aplikasi Biomedis.” Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting ini menghadirkan pakar Fisika Material dan Biomaterial dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Eng. Yusril Yusuf, S.Si., M.Si., M.Eng.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Sains ITERA, Dr. Sri Efrinita Irwan, S.Si., M.Si., yang menekankan pentingnya kegiatan Studium Generale sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan riset dan teknologi terkini di bidang fisika terapan, khususnya dalam konteks biomedis.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk berinovasi dan berkontribusi dalam riset interdisipliner yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dr. Sri Efrinita dalam sambutan pembukaannya.
Paparan Ilmiah dari Pakar Biomaterial UGM
Acara yang dimoderatori oleh Dr. Ajeng Eliyana, S.Si., M.Si. ini menghadirkan pemaparan menarik dari Prof. Yusril mengenai konsep dasar serta proses pembuatan 3D biomaterial scaffold yang digunakan untuk membantu regenerasi tulang melalui pendekatan tissue engineering.
Dalam penjelasannya, Prof. Yusril mengungkapkan bahwa material biogenik seperti kalsium fosfat dan kolagen memiliki biokompatibilitas tinggi sehingga sangat potensial untuk menggantikan jaringan tulang yang rusak. Ia juga menyoroti peran penting teknologi 3D printing dalam menghasilkan struktur scaffold dengan porositas dan kekuatan mekanik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan biologis.
“Pengembangan biomaterial adalah bidang yang menuntut kolaborasi antara fisika, biologi, kimia, dan teknik. Pendekatan multidisiplin inilah yang memungkinkan terciptanya material medis yang efektif dan aman,” jelas Prof. Yusril.
Antusiasme Peserta dalam Diskusi Interaktif. Sesi diskusi berlangsung hangat dengan partisipasi aktif dari dosen, mahasiswa pascasarjana, dan peneliti dari berbagai institusi. Beberapa pertanyaan menarik datang dari Mariyam (Dosen Kimia ITERA) mengenai karakterisasi material nanofiber pada proses elektrospinning, Kholidina Imanda Harahap (Mahasiswa S3, FKG Universitas Sumatera Utara) tentang optimasi material pada pembuatan scaffold, serta Kardiman (Mahasiswa S3 Universitas Andalas sekaligus Dosen Fisika UNSIKA) terkait standar material dalam 3D printing.
Selain itu, Rosita Wati (Dosen Biomedis, ITERA) juga menanyakan potensi pemanfaatan sumber daya alam lokal seperti ekstrak daun binahong dari Sumatra sebagai bahan antibakteri dalam pembuatan biomaterial. Prof. Yusril menanggapi bahwa penggunaan bahan alami sangat potensial, asalkan melalui pengujian kompatibilitas biologis dan kestabilan kimia yang ketat.
Penutupan dan Harapan Kolaborasi Riset
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan moderator oleh Koordinator Program Studi Magister Fisika ITERA, Dr. Agustina Widiyani, M.Si.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasi aktifnya. “Studium Generale seperti ini menjadi momentum penting untuk memperkuat wawasan riset mahasiswa sekaligus membuka peluang kolaborasi antara dunia akademik dan industri,” ungkap Dr. Agustina.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini tidak hanya memperluas pengetahuan peserta mengenai perkembangan teknologi biomaterial dan rekayasa jaringan, tetapi juga mempertegas komitmen Prodi Magister Fisika ITERA dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian yang adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang fisika material dan biomaterial dalam aplikasi biomedis.






